This Blog

Blog ini semacam diary pribadi. Aku nggak punya semacam keinginan ataupun obsesi buat bikin blog ini dikenal luas atau dibaca oleh orang banyak, karena… yah, satu hal dan lainnya. Blog ini menjadi semacam trigger, pemicu untuk membangkitkan (kembali) gairah menulisku.

Aku punya kecenderungan membaca yang cukup tinggi sejak kecil. Lebih karena aku bisa membaca lebih awal daripada anak-anak lain pada umumnya. Jadi, sebelum masuk TK pun aku udah bisa baca koran dengan lancar. Orang bilang kalau aku cerdas dan tau lebih banyak hal daripada anak lain seumuranku, tapi poin sebenarnya bukan di level kecerdasan, tapi saat memulai dan kecenderungan. Aku mulai membaca lebih awal daripada anak lain seumuranku, dan aku lebih tertarik dengan buku daripada bermain (pertama, karena aku cengeng jadi anak lain pada males main denganku. Dua, karena nggak ada mainan yang bisa bertahan lama di tanganku. Tiga, aku parno dengan segala macam boneka).

Dari kebiasaan membaca, aku mulai mencoba menulis saat SD. Nggak tanggung-tanggung, tulisan pertamaku sudah berbentuk cerbung. Bukan karena apa, aku nggak punya minat dengan puisi dan nggak ngerasa punya bakat berpuisi ria. Aku juga nggak memulai dengan cerpen karena, personally, entah kenapa compress segala ide jadi semacam tulisan yang dibatasi dengan jumlah karakter tertentu itu sulit.

Obsesi menulis itu terus berkembang setelah masuk pesantren. Berhubung pesantrenku juga support dengan kegiatan semacam ini, kesempatan buat mengembangkan hobi ini jadi lebih besar. Ada banyak pelatihan menulis yang diadakan dan tak jarang mengundang penulis keren skala nasional. Tapi akhirnya aku sadar, ketika kamu mulai menulis and getting absorbed with ityou couldn’t stop easily. Tapi kalau sudah sekali berhenti, akan sangat sulit buat memulai kembali.

Salah satu efek dari berhenti menulis ini adalah, kita semacam kehilangan gaya menulis kita yang lama saat memutuskan untuk memulai kembali. Gaya menulis buat aku adalah semacam hasil dari pengaruh. Gaya tulisanku yang lama benar-benar terpengaruh dari berbagai anime dan manga yang aku baca. Jadi gaya tulisanku cenderung miskin narasi deskripsi, tapi secara personal aku suka gaya menulisku yang lama karena, it feels fresh and raw. Kalau penulis profesional baca tulisanku, mungkin mereka bakal ngeritik tentang kemiskinan narasi dan deskripsi dalam tulisanku. Tapi yang aku percaya dari tulisanku adalah, tulisanku nggak bakal kalah dari sisi penyampaian dan fresh feeling-nya.

Tapi apalah daya, berhenti menulis bikin aku kehilangan gaya menulis itu. Dan here I am. Menulis dengan gaya yang kaku. Benar-benar kaku.

Aku memulai blog ini dengan harapan bisa membentuk kembali distinctive writing style-ku. Trying to get absorbed, deeply with the fun feeling of writing. Aku nggak peduli dengan statistik karena, tulisan di blog ini belum cukup baik buat dibaca secara umum. Tapi aku juga nggak bikin tulisanku privat karena, hm, biarlah seleksi alam berlangsung. Aku pengen tau juga bagaimana blog ini berkembang, kalau tulisanku worth better, dia bakal terekspos cepat atau lambat.

 

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *