Jurnal Guru Ch. 2: Ekspektasi Pada Anak yang Menghafal Qur’an

Selama setahun terakhir ini, saya menjadi muhafidzah (pengajar tahfidz Qur’an) untuk anak-anak SD di lembaga TPQ milik keluarga. Macam-macam cerita dari anak-anak yang ingin menjadi hafidz Qur’an ini. Beberapa bahkan dengan terangnya bertanya,

“Mbak, sempet nggak, kalau saya ikut Hafidz Indonesia di TV sebelum kelas 6?”

Masuk TV adalah jalan ninjaku~

Continue Reading

Jurnal Guru Ch. 1: Menghadapi Anak yang Tak Tahu Sopan Santun

Sejak kecil, saya sadar ada banyak orang dewasa di sekitar saya yang tidak suka dan tidak nyaman dengan saya. Tetangga, guru-guru di sekolah bahkan famili pun sering menunjukkan wajah tak enak pada saya. Bukan sekali dua kali saya melihat mereka yang memaksakan senyum kaku atau terang-terangan nggak nyaman dengan kehadiran saya. Bahkan mereka tak ragu menaikkan level kemarahannya kalau saya kebetulan membuat masalah di depan mereka, setingkat 2 tingkat lebih besar dari level marah mereka kepada anak-anak lain yang sebaya.

Continue Reading

Serentet Doa di Penghujung Ramadhan

Ya Allah…

Jika Engkau tak memberikan rizki halal melimpah kepada hamba, setidak-tidaknya ikhlaskanlah hati orang-orang berada di luar sana untuk berbagi pada mereka yang tak mampu dan membutuhkan

Jika Engkau menakdirkan tak semua orang bisa menikmati Ramadhan dan Iedul Fitri dalam kenyamanan duniawi, setidak-tidaknya lapangkanlah hati mereka dan anugerahkan kebahagiaan dalam syukur

Jika Engkau tak menerima ibadah kami di bulan suci ini, setidak-tidaknya ampunilah segala ketidakberdayaan mereka yang tak mampu untuk berpuasa karena keterbatasan jasmani

Ampunilah khilaf kami yang tak sepenuhnya berusaha mendekat padaMu di kesempatan baik ini. Ampunilah dosa kami yang tak tau diri dan menyianyiakan bulan rahmat ini. Anugerahkan segala ridho dan rahmatMu pada mereka yang tertatih mendekatiMu dalam segala keterbatasan. Berilah pada kami, mereka semua, sebuah kesempatan untuk membuka lembar baru di hari kemenangan ini.

Continue Reading

Truth. Its Definition and Standard

Saya kemarin ngobrol dengan salah satu kawan mengenai definisi ‘kebenaran’. Awalnya sih, obrolan yang mendadak dalem itu berangkat dari curhat saya tentang salah satu anak SMP yang bilang ada banyak korupsi terjadi di sekolahnya. Anak SMP itu bicara tentang kecurigaanya ke adik saya yang masih SMP juga, dengan yakin dan vibe ‘pasti bener’nya. Adik saya, yang nggak jauh umurnya dari anak itu, jelas menjadi bias. Dia bilang, ‘meski temenku tuh preman ya Mbak, tapi mereka tuh tau kebeneran juga! Mereka nggak salah!”

Continue Reading

Sandal Gunung yang Bagus dan Mahal Harganya

Saya punya satu sandal dengan merek Bata, dibeli setelah revisi skripsi pasca sidang saya diterima dan siap dijilid. Hitung-hitung buat perayaan dan hadiah buat diri sendiri setelah beres ngadepin dosen penguji yang, yagitude. Buat anak golongan kelas menengah cenderung ke bawah seperti saya, sandal dengan merek ini udah mewah banget. Bahannya bagus, terkenal awet, tahan lama pula. Harganya yang juga biasa dibanderol di atas 300rb bikin makin wah deh di mata saya.

But i decided to buy it since, my other sandal was quite damaged and I’ve no other substitute.

Continue Reading

Kenarsisan yang Melegenda

Narcissus namanya, seorang pemburu yang juga putra dari pasangan Dewa Sungai Kefissos dan peri bernama Liriope. Menurut kabar yang beredar, sang ibu Liriope mulai mengandung Narcissus setelah dirinya diperkosa oleh Kefissos. Awal yang tragis walau buah tragedi itu lahir sebagai sosok yang tampan tak tertandingi. Saking tampannya dia, seorang peramal datang dan memperingatkan Liriope bahwa Naricissus akan tetap berumur panjang selama dirinya tak pernah melihat dirinya sendiri.

Continue Reading

Tentang Ibu, Anak dan Dia

Setelah lulus S-1, terasa sekali betapa tak bergunanya saya tanpa saat-saat wajib berpikir. Ditambah kegilaan saya pada ponsel pintar yang lebih praktis untuk digunakan berburu informasi dan hiburan—bukan ilmu, saya merasa semakin menjijikkan. Akhirnya beberapa waktu terakhir ini, saya berusaha memulai kembali kebiasaan lama; membaca buku. Memang saya tak pernah tinggal membaca setiap harinya, tapi bukan membaca ‘buku’ melainkan komik dan novel, yang bisa dinikmati secara online, gratis pula. Setelah sekian tahun hidup dengan bacaan-bacaan ringan itu, saya merasa harus step up the game. Kembali membaca ‘buku’ dan mulai belajar ‘menyentuh’ kategori non-fiksi.

Continue Reading

Balada Mukenah

Saya orang yang ribet masalah bawaan tas. Membawa sedikit rasanya nggak aman, membawa banyak juga punggung nggak nyaman. Beberapa kali saya mencoba ikut-ikut gaya hidup minimalis untuk urusan membawa isi tas, dan selalu berakhir dengan penyesalan karena setiap harinya saya memang butuh banyak barang untuk dibawa kemana-mana. Everyday traveller kalau kata orang keminggris, hobinya bawa tas besar dengan perlengkapan hidup kemana pun dan kapan pun.

Continue Reading

Wisuda dan Kisah Selanjutnya…

Sebuah selebrasi menuju realita yang kejam

Tanggal 23 Februari di hari wisuda juga tidak ada hal yang menarik. Saya dipaksa bangun sebelum pukul 4 pagi oleh kawan saya untuk didandani, bersiap diri dan menjalani prosesi. Lebih menyebalkan lagi, hiburan saat acara tidak lain tidak bukan adalah penampilan karawitan dari ibu-ibu Dharma Wanita. Saya heran dan merasa greget, kenapa panita menyediakan hiburan mendayu-dayu begitu di acara yang super membosankan seperti wisuda ini? Saya jadi paham, kenapa para pendahulu berkata “sesungguhnya kalian bersusah-susah kuliah hanya agar tau rasanya tidur saat acara wisuda beralngsung”. Kredibel sekali lah ucapan para senior ini.

Continue Reading