Privilege Itu Hoki, Sodara-sodara! Kurang Keren untuk Disombongkan!

Understand that the right to choose your own path is a sacred privilege. Use it. Dwell on possibility. (Oprah Winfrey)

Saya membaca sebuah kalimat yang menarik saat sedang mengulik-ulik sebuah akun milik aktifis wanita di sosial media; privilege gap is real. Kalau kata Mbak Afutami dalam salah satu artikel tulisannya, sampai saat ini masih belum ada padanan yang benar-benar tepat untuk menggambarkan istilah ‘privilege group’ dalam tataran sosial dan politik di Indonesia. Kalau di Amerika, katanya istilah ini ada dan nyata. Terutama untuk mereka yang datang dari kalangan kulit putih-protestan, ada hak istimewanya sendiri begitu.

Saya jadi tertarik dengan bahasan privilege karena di saat yang sama setelah membaca artikel terkait, saya akhirnya teringat dan kembali sadar bahwa: saya bagian dari privilege group di Indonesia. Saya muslim, tinggal di Jawa, heteroseksual dan dari keluarga berstatus solid middle-class. Singkat kisah, saya banyak dimudahkan oleh berbagai kondisi tersebut sampai dengan santainya bisa mengetik naskah buku ini pakai netbook sendiri lengkap dengan unlimited wifi tanpa kepikiran harus makan apa besok.

Continue Reading

Hafidz Qur’an Sampai Akhir Hayat: Mengenang Kawan Lama

Namanya Ita. Panggilan sayangnya, Itachi. Dia tak punya sharingan seperti Uchiha Itachi, tapi yang jelas matanya tetap istimewa. Totalnya ada empat. Hahahaha. Ita, adalah teman saya sejak masuk pesantren. Dia tipikal anak Madura yang tekun dan pekerja keras, pintar dan pantang mundur. Rumahnya dekat saja dari pesantren kami, hanya sekitar 15 menit perjalanan darat menggunakan taksi—orang Madura di daerah pesantren kami menyebut angkot dengan sebutan taksi. Walau rumahnya dekat, sama seperti kami yang datang dari luar pulau, Ita tak bisa seenaknya izin pulang dari pesantren. Walau teuteup, orangtuanya akan datang berkunjung ke pesantren setiap ada kesempatan.

Continue Reading

Jurnal Tahfidz FAQ: Hal-hal yang Sering Ditanyakan pada Penghafal Qur’an

Saya selalu menghindari obrolan tentang tahfidz Qur’an dengan orang-orang yang benar-benar tidak mengetahui apapun tentang proses menghafal Qur’an (walau saya juga bukan ahlinya). Itu karena biasanya, saya harus dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang cenderung repetitif dan judgemental sampai saya harus menjelaskan dari awal tentang, seperti apa sebenarnya urusan hafal-menghafal Qur’an itu. Trus, kenapa saya memilih untuk menulis post ini? Yah karena saya pikir, ada baiknya saya berbagi pengetahuan dan opini kepada khalayak massa agar urusan ini terang dan lurus.

DISCLAIMER: semua jawaban saya berbentuk opini. Bisa jadi salah, bisa jadi benar. Tidak bisa dijadikan pakem, karena saya juga tidak benar-benar berilmu untuk urusan ini.

Continue Reading

Jurnal Guru Ch. 2: Ekspektasi Pada Anak yang Menghafal Qur’an

Selama setahun terakhir ini, saya menjadi muhafidzah (pengajar tahfidz Qur’an) untuk anak-anak SD di lembaga TPQ milik keluarga. Macam-macam cerita dari anak-anak yang ingin menjadi hafidz Qur’an ini. Beberapa bahkan dengan terangnya bertanya,

“Mbak, sempet nggak, kalau saya ikut Hafidz Indonesia di TV sebelum kelas 6?”

Masuk TV adalah jalan ninjaku~

Continue Reading

Jurnal Guru Ch. 1: Menghadapi Anak yang Tak Tahu Sopan Santun

Sejak kecil, saya sadar ada banyak orang dewasa di sekitar saya yang tidak suka dan tidak nyaman dengan saya. Tetangga, guru-guru di sekolah bahkan famili pun sering menunjukkan wajah tak enak pada saya. Bukan sekali dua kali saya melihat mereka yang memaksakan senyum kaku atau terang-terangan nggak nyaman dengan kehadiran saya. Bahkan mereka tak ragu menaikkan level kemarahannya kalau saya kebetulan membuat masalah di depan mereka, setingkat 2 tingkat lebih besar dari level marah mereka kepada anak-anak lain yang sebaya.

Continue Reading

Serentet Doa di Penghujung Ramadhan

Ya Allah…

Jika Engkau tak memberikan rizki halal melimpah kepada hamba, setidak-tidaknya ikhlaskanlah hati orang-orang berada di luar sana untuk berbagi pada mereka yang tak mampu dan membutuhkan

Jika Engkau menakdirkan tak semua orang bisa menikmati Ramadhan dan Iedul Fitri dalam kenyamanan duniawi, setidak-tidaknya lapangkanlah hati mereka dan anugerahkan kebahagiaan dalam syukur

Jika Engkau tak menerima ibadah kami di bulan suci ini, setidak-tidaknya ampunilah segala ketidakberdayaan mereka yang tak mampu untuk berpuasa karena keterbatasan jasmani

Ampunilah khilaf kami yang tak sepenuhnya berusaha mendekat padaMu di kesempatan baik ini. Ampunilah dosa kami yang tak tau diri dan menyianyiakan bulan rahmat ini. Anugerahkan segala ridho dan rahmatMu pada mereka yang tertatih mendekatiMu dalam segala keterbatasan. Berilah pada kami, mereka semua, sebuah kesempatan untuk membuka lembar baru di hari kemenangan ini.

Continue Reading

Truth. Its Definition and Standard

Saya kemarin ngobrol dengan salah satu kawan mengenai definisi ‘kebenaran’. Awalnya sih, obrolan yang mendadak dalem itu berangkat dari curhat saya tentang salah satu anak SMP yang bilang ada banyak korupsi terjadi di sekolahnya. Anak SMP itu bicara tentang kecurigaanya ke adik saya yang masih SMP juga, dengan yakin dan vibe ‘pasti bener’nya. Adik saya, yang nggak jauh umurnya dari anak itu, jelas menjadi bias. Dia bilang, ‘meski temenku tuh preman ya Mbak, tapi mereka tuh tau kebeneran juga! Mereka nggak salah!”

Continue Reading

Sandal Gunung yang Bagus dan Mahal Harganya

Saya punya satu sandal dengan merek Bata, dibeli setelah revisi skripsi pasca sidang saya diterima dan siap dijilid. Hitung-hitung buat perayaan dan hadiah buat diri sendiri setelah beres ngadepin dosen penguji yang, yagitude. Buat anak golongan kelas menengah cenderung ke bawah seperti saya, sandal dengan merek ini udah mewah banget. Bahannya bagus, terkenal awet, tahan lama pula. Harganya yang juga biasa dibanderol di atas 300rb bikin makin wah deh di mata saya.

But i decided to buy it since, my other sandal was quite damaged and I’ve no other substitute.

Continue Reading

Kenarsisan yang Melegenda

Narcissus namanya, seorang pemburu yang juga putra dari pasangan Dewa Sungai Kefissos dan peri bernama Liriope. Menurut kabar yang beredar, sang ibu Liriope mulai mengandung Narcissus setelah dirinya diperkosa oleh Kefissos. Awal yang tragis walau buah tragedi itu lahir sebagai sosok yang tampan tak tertandingi. Saking tampannya dia, seorang peramal datang dan memperingatkan Liriope bahwa Naricissus akan tetap berumur panjang selama dirinya tak pernah melihat dirinya sendiri.

Continue Reading