Pengalaman Mengikuti Dauroh Darul Mushtafa Secara Online di Pondoksanad.com

Ibu saya, walau punya gelar ‘Ustadzah’, sebenarnya cukup awam dalam agama. Tidak pernah nyantri dan menjalankan kewajiban agam setahunya saja. Sebagian besar pengetahuan agama Ibu dipelajari dari Bapak saya setelah mereka menikah dan beberapa buku-buku fiqh yang beliau baca. Karena pencarian pengetahuannya tidak runtut sebagaimana umumnya santri, ilmu agama yang ibu macam… all over the place? But well, my mom is one of a kind. Semangat ‘nyantri’nya sangat besar dan jauh melebihi saya dan adik-adik saya yang santri beneran. Ibu sangat terobsesi dengan status ‘santri’. Maunya jadi santri ‘sungguhan’, yang gurunya ‘beneran’ dan mau mengakui status kesantriannya. Beliau berkelana dari satu ustadz viral ke ustadz ngetren lainnya, dari nyai-nyai di pesantren saya hingga kyai-kyai di pondok adik bungsu saya, hingga cintanya berlabuh pada Abah Guru Sekumpul dan Habib Umar.

Continue Reading